Alasan Tailwind CSS Semakin Populer Dibanding Bootstrap di Dunia Web
Aplikita.com – Dalam dunia pengembangan website, nama Bootstrap dan Tailwind sering sekali muncul. Keduanya sama-sama membantu developer membuat tampilan website lebih cepat dan rapi. Namun, belakangan ini banyak developer mulai beralih ke Tailwind.
Sebenarnya, apa alasan Tailwind sekarang lebih populer dibanding Bootstrap? Mari kita bahas dengan bahasa yang sederhana.
Apa Itu Bootstrap dan Tailwind?
Bootstrap adalah framework CSS yang menyediakan banyak komponen siap pakai seperti tombol, navbar, card, form, dan grid system. Dengan Bootstrap, kita bisa membuat tampilan website tanpa harus menulis CSS dari nol.
Sementara itu, Tailwind CSS adalah framework CSS dengan pendekatan utility-first. Artinya, kita membangun desain langsung di dalam HTML menggunakan class-class kecil seperti flex, mt-4, text-center, dan sebagainya.
1. Lebih Fleksibel dalam Desain
Bootstrap memiliki gaya bawaan yang cukup kuat. Akibatnya, banyak website yang terlihat mirip satu sama lain jika menggunakan Bootstrap tanpa banyak kustomisasi.
Tailwind berbeda. Ia tidak memberikan desain jadi, melainkan memberikan “alat” untuk membangun desain. Karena itu, developer lebih bebas membuat tampilan yang unik tanpa harus banyak menimpa (override) style bawaan.
2. Tidak Terlihat “Template”
Banyak orang bisa mengenali website yang dibuat dengan Bootstrap karena tampilannya cenderung seragam.
Tailwind tidak memiliki tampilan default seperti itu. Setiap desain benar-benar dibangun dari nol menggunakan utility class. Hasilnya, website terasa lebih custom dan modern.
3. Lebih Ringan Setelah Build
Bootstrap biasanya membawa banyak komponen yang belum tentu dipakai semua.
Tailwind menggunakan sistem purge (pembersihan class yang tidak dipakai) saat proses build. Artinya, hanya class yang benar-benar digunakan saja yang masuk ke file akhir. Hasilnya, ukuran file CSS bisa jauh lebih kecil.
4. Cocok dengan Framework Modern
Saat ini banyak developer menggunakan framework JavaScript seperti:
- React
- Vue.js
- Next.js
Tailwind sangat cocok dipadukan dengan teknologi modern tersebut karena penulisannya langsung di dalam komponen. Developer tidak perlu bolak-balik antara file HTML dan CSS.
5. Lebih Mudah untuk Sistem Desain
Tailwind memudahkan pembuatan sistem desain yang konsisten. Kita bisa mengatur warna, ukuran font, spacing, dan lainnya di satu file konfigurasi. Dengan begitu, seluruh tampilan website bisa mengikuti standar yang sama.
Hal ini sangat membantu untuk proyek besar atau tim pengembang.
6. Komunitas dan Tren yang Kuat
Beberapa tahun terakhir, Tailwind mengalami pertumbuhan komunitas yang sangat cepat. Banyak template, plugin, dan UI kit bermunculan.
Selain itu, banyak startup dan developer modern memilih Tailwind karena dianggap lebih efisien dan fleksibel.
Jadi, Apakah Bootstrap Sudah Tidak Relevan?
Tentu tidak.
Bootstrap tetap menjadi pilihan yang sangat baik, terutama untuk:
- Pemula yang ingin hasil cepat
- Proyek sederhana
- Website internal atau dashboard cepat jadi
Namun untuk desain yang lebih fleksibel, modern, dan custom, banyak developer kini memilih Tailwind.
Kesimpulan
Tailwind populer bukan karena Bootstrap buruk, melainkan karena kebutuhan developer berubah. Saat ini, fleksibilitas desain, performa, dan integrasi dengan framework modern menjadi prioritas.
Jika Anda pemula, tidak ada salahnya mencoba keduanya. Dengan memahami Bootstrap dan Tailwind, Anda akan lebih siap menghadapi berbagai kebutuhan proyek web di masa depan.



