← Semua artikel

Kenapa Tanggal dan Jam pada Laptop/PC Sering Berubah Sendiri?

Artikel

Kenapa Tanggal dan Jam pada Laptop/PC Sering Berubah Sendiri?

Aplikita.com - Tanggal dan jam pada laptop atau PC memiliki peran penting dalam berbagai aktivitas komputer. Waktu sistem digunakan untuk mencatat file, menjalankan jadwal tugas, mengakses situs web yang aman, hingga sinkronisasi layanan online. Karena itu, ketika tanggal dan jam berubah sendiri tanpa disadari, berbagai masalah dapat muncul, mulai dari kesalahan sertifikat website hingga aplikasi yang tidak dapat berjalan dengan normal.

Lalu, apa sebenarnya penyebab tanggal dan jam pada komputer sering berubah sendiri?

1. Baterai CMOS Mulai Habis

Salah satu penyebab paling umum adalah baterai CMOS yang mulai melemah atau habis.

Baterai CMOS adalah baterai kecil berbentuk koin yang terdapat di motherboard. Fungsinya untuk menyimpan pengaturan BIOS/UEFI, termasuk tanggal dan jam, ketika komputer dalam keadaan mati atau tidak terhubung ke listrik.

Jika baterai ini mulai habis, komputer akan kehilangan informasi waktu setiap kali dimatikan. Akibatnya:

  • Jam kembali ke waktu yang salah.
  • Tanggal berubah ke tahun tertentu seperti 2000 atau 2010.
  • Pengaturan BIOS ikut ter-reset.

Masalah ini lebih sering ditemukan pada PC atau laptop yang sudah digunakan selama bertahun-tahun.

2. Sinkronisasi Waktu Internet Bermasalah

Windows dan sistem operasi modern biasanya melakukan sinkronisasi waktu secara otomatis melalui server waktu di internet.

Fitur ini sangat membantu agar jam tetap akurat. Namun jika terjadi masalah pada server waktu atau koneksi internet, waktu yang ditampilkan bisa menjadi tidak sesuai.

Beberapa penyebabnya antara lain:

  • Koneksi internet tidak stabil.
  • Server waktu tidak dapat diakses.
  • Layanan sinkronisasi waktu Windows mengalami gangguan.
  • Pengaturan sinkronisasi dimatikan secara tidak sengaja.

Ketika sinkronisasi kembali aktif, jam dapat berubah secara tiba-tiba menyesuaikan waktu yang benar.

3. Zona Waktu (Time Zone) Salah

Banyak pengguna mengira jam komputer rusak, padahal sebenarnya pengaturan zona waktu yang berubah.

Misalnya, pengguna di Indonesia bagian barat menggunakan zona waktu WIB (UTC+7), tetapi komputer secara tidak sengaja berubah ke zona waktu lain seperti UTC atau negara lain.

Akibatnya:

  • Jam maju atau mundur beberapa jam.
  • Jadwal aplikasi menjadi tidak sesuai.
  • Kalender dan pengingat tampil pada waktu yang salah.

Masalah ini sering terjadi setelah pembaruan sistem atau saat menggunakan VPN tertentu.

4. Fitur Atur Zona Waktu Otomatis Tidak Akurat

Windows memiliki fitur yang dapat mendeteksi lokasi dan mengatur zona waktu secara otomatis.

Meskipun praktis, fitur ini tidak selalu bekerja sempurna. Jika sistem salah mendeteksi lokasi, zona waktu bisa berubah tanpa disadari.

Contohnya:

  • Laptop sering berpindah jaringan Wi-Fi.
  • Menggunakan VPN dari negara lain.
  • Layanan lokasi memberikan informasi yang kurang akurat.

Akibatnya, jam dapat berubah meskipun baterai CMOS masih normal.

5. Pengaturan BIOS atau UEFI Bermasalah

Tanggal dan jam komputer sebenarnya disimpan terlebih dahulu pada BIOS atau UEFI.

Jika pengaturan BIOS mengalami kerusakan, reset, atau kesalahan konfigurasi, maka waktu sistem juga dapat berubah.

Beberapa tanda yang sering muncul:

  • Muncul pesan error saat startup.
  • BIOS selalu meminta konfigurasi ulang.
  • Tanggal kembali ke nilai default setiap kali komputer dinyalakan.

Pada kondisi tertentu, memperbarui firmware BIOS dapat membantu mengatasi masalah tersebut.

6. Malware atau Virus

Meskipun tidak terlalu umum, malware tertentu dapat mengubah waktu sistem.

Beberapa program berbahaya memanfaatkan perubahan waktu untuk:

  • Menghindari sistem keamanan.
  • Memengaruhi jadwal tugas tertentu.
  • Mengganggu fungsi aplikasi keamanan.

Jika perubahan waktu terjadi bersamaan dengan gejala lain seperti komputer melambat, muncul iklan aneh, atau aktivitas mencurigakan, sebaiknya lakukan pemindaian antivirus secara menyeluruh.

7. Dual Boot dengan Sistem Operasi Lain

Pengguna yang memasang lebih dari satu sistem operasi, misalnya Windows dan Linux dalam satu komputer, kadang mengalami masalah waktu yang berubah setiap kali berpindah sistem.

Hal ini terjadi karena:

  • Windows biasanya menyimpan waktu sebagai waktu lokal.
  • Beberapa distribusi Linux menyimpan waktu sebagai UTC.

Akibatnya, setelah berpindah sistem operasi, jam dapat bergeser beberapa jam ke depan atau ke belakang.

8. Pembaruan Sistem Operasi

Beberapa pembaruan Windows atau sistem operasi lainnya dapat mengubah pengaturan waktu dan zona waktu.

Meskipun jarang menyebabkan masalah besar, setelah update terkadang pengguna menemukan:

  • Zona waktu berubah.
  • Sinkronisasi waktu aktif atau nonaktif secara otomatis.
  • Jam tidak sesuai hingga dilakukan sinkronisasi ulang.

Karena itu, tidak ada salahnya memeriksa kembali pengaturan tanggal dan waktu setelah proses pembaruan selesai.

Cara Mengatasi Jam Komputer yang Sering Berubah Sendiri

Berikut beberapa langkah yang dapat dicoba:

  1. Periksa pengaturan tanggal, jam, dan zona waktu.
  2. Aktifkan sinkronisasi waktu otomatis.
  3. Lakukan sinkronisasi ulang dengan server waktu internet.
  4. Periksa kondisi baterai CMOS jika komputer sudah berumur.
  5. Pastikan BIOS menyimpan waktu dengan benar.
  6. Jalankan pemindaian antivirus dan antimalware.
  7. Periksa konfigurasi jika menggunakan dual boot.
  8. Restart komputer setelah melakukan perubahan pengaturan.

Penutup

Tanggal dan jam yang sering berubah sendiri biasanya disebabkan oleh baterai CMOS yang mulai habis, pengaturan zona waktu yang salah, masalah sinkronisasi internet, atau konfigurasi BIOS yang bermasalah. Pada komputer yang sudah berusia cukup lama, baterai CMOS menjadi penyebab yang paling sering ditemukan.

Memastikan waktu sistem selalu akurat tidak hanya membuat aktivitas komputer lebih nyaman, tetapi juga membantu menjaga keamanan, kestabilan aplikasi, dan kelancaran akses ke berbagai layanan online.

Diterbitkan 2026-06-20 23:16:30