Aplikita Enterprise - Langkah Awal Belajar Programming di Tengah Perkembangan AI

Langkah Awal Belajar Programming di Tengah Perkembangan AI

Aplikita.com – Banyak orang tertarik belajar programming karena melihat peluang kerja di bidang teknologi yang terus berkembang. Ada yang ingin membuat website sederhana untuk usaha sendiri, membuat aplikasi kasir untuk toko, mengotomatisasi pekerjaan kantor yang berulang, mengembangkan game sederhana, atau sekadar memahami cara kerja teknologi yang digunakan sehari-hari. Namun saat benar-benar ingin memulai, pertanyaan yang sering muncul justru sederhana: harus mulai dari mana?

Langkah awal belajar programming sebenarnya bukan langsung memilih bahasa pemrograman, apalagi langsung membuat aplikasi yang rumit. Fondasi utamanya adalah memahami cara berpikir seorang programmer. Programming pada dasarnya adalah tentang memecahkan masalah secara terstruktur. Komputer hanya menjalankan instruksi, sehingga kita perlu belajar menyusun instruksi tersebut dengan logis dan jelas.

Di titik inilah banyak orang tergoda untuk melewati proses dasar tersebut. Di era AI, muncul kebiasaan yang sering disebut sebagai vibe coding — yaitu membuat program hanya dengan menuliskan ide ke AI, lalu membiarkan sistem menghasilkan kode secara otomatis. Tanpa perlu memahami terlalu dalam, aplikasi sederhana bisa langsung jadi.

Sekilas terlihat sangat praktis. Bahkan bagi pemula, pengalaman ini terasa menyenangkan karena hasilnya instan. Namun ada satu hal yang sering tidak disadari: ketika kode mengalami error, perlu ditambahkan fitur, atau harus disesuaikan dengan kebutuhan tertentu, kebingungan mulai muncul.

Mengapa? Karena fondasi logika dan pemahaman bahasanya belum benar-benar terbentuk.

Vibe coding sebenarnya bukan sesuatu yang salah. Justru di era sekarang, kemampuan memanfaatkan AI adalah nilai tambah. Yang perlu diluruskan adalah cara menggunakannya. AI sebaiknya menjadi asisten belajar, bukan pengganti proses berpikir.

Jika Anda ingin membuat website untuk usaha sendiri, misalnya, maka fokuslah belajar dasar HTML, CSS, dan sedikit JavaScript. Gunakan AI untuk membantu menjelaskan struktur halaman atau memperbaiki tampilan yang bermasalah. Tetapi tetap pahami apa fungsi setiap tag, bagaimana struktur file bekerja, dan bagaimana alur interaksi pengguna berjalan.

Jika tujuan Anda ingin mengotomatisasi pekerjaan kantor, maka belajar dasar Python bisa sangat membantu. AI dapat membantu membuat skrip awal, tetapi Anda tetap perlu memahami bagaimana logika perulangannya bekerja, bagaimana membaca file, dan bagaimana menangani error.

Intinya, sebelum bertanya “AI bisa membuatkan apa?”, lebih penting bertanya “saya ingin membuat apa?”

Tujuan inilah yang akan menentukan bahasa pemrograman yang dipelajari. Bahasa bukan untuk dihafal, melainkan alat untuk menyelesaikan kebutuhan tertentu. Ketika tujuan jelas, proses belajar menjadi lebih terarah dan tidak mudah terdistraksi tren.

Belajar programming di era AI berarti menggabungkan dua hal: kemampuan berpikir logis dan kemampuan memanfaatkan teknologi. Anda tidak harus menolak vibe coding, tetapi jangan berhenti di sana. Gunakan hasil dari AI sebagai bahan belajar. Baca ulang kodenya. Ubah sedikit. Lihat apa yang terjadi. Dari proses eksperimen inilah pemahaman tumbuh.

Karena pada akhirnya, AI bisa membantu menghasilkan kode. Tetapi kemampuan memahami, mengevaluasi, dan mengembangkannya tetap berada di tangan Anda.

Dan itulah langkah yang membedakan antara sekadar mencoba coding karena tren, dengan benar-benar membangun skill programming untuk jangka panjang.